Jumat, 03 Januari 2014

Keterhijaban Menggagalkan Ukhuwah



Aku ingin mengisahkan tentang 2 orang yang berbeda karakter. Sebut saja yang pertama namanya Ayumi dan satu lagi Hikari. Ayumi adalah seorang gadis yang lugas, cerdas meski tampangnya biasa-biasa aja dan juga bukan orang tajir no 3 dikampungnya. Sedangkan Hikari adalah seorang akhwat yang pintar, tergolong kaya, dan tampangnya sungguh menawan namun sayangnya dia adalah orang yang sangat pendiam dan sulit berteman.
Suatu hari, mereka sama-sama dipertemukan dalam sebuah acara seminar yang diadakan selama dua hari. Mau tidak mau mereka pasti akan bicara karna itulah perintah dari instruktur agar peserta saling mengenal satu sama lain. Minimal nama dan asalnya.  Mulanya Ayumi mendekati Hikari serta mengajaknnya berkenalan. Hikari menyambut perkenalan itu dengan dingin saja. Setidaknnya itulah yang dirasakan Ayumi. Karna biasanya orang yang diajak berkenalan selalu membalas nya dengan antusias. Sungguh berbeda dengan Hikari yang memang dasar dianya orang pendiam. Makanya, Ayumi merasa kurang klop dengan Hikari. Akhirnya Ayumi pun pergi dan tidak melanjutkan lagi perkenalan itu. Cukup dia tahu namanya “HIKARI”.
Dilain sisi Hikari sebenarnya merasa sangat bahagia mendapat teman baru. Ia sangat ingin berkenalan dengan Ayumi lebih banyak lagi. Bercerita dan berbagi menganai berbagai hal. Tapi, Hikari tidak mampu mengungkapkan semuanya. Karna sejak dulu sudah terbiasa tidak banyak bicara. Sebenarnya, ada rasa bersalah yang timbul dihati Hikari, namun ia tak mampu untuk meminta maaf. Entahlah… begitu sulit dimengerti alur pikiran Hikari ini.
Hari berikutnya, Ayumi tidak lagi mendekati Hikari. Mungkin, dia sedikit bosan bicara dengan orang pendiam. Dan lagi dari kacamata Ayumi, Hikari itu seperti orang yang sombong. “Mentang-metang dia cantik , mentang-mentang dia kaya” itulah yang ada dipikiran Ayumi. Padahal dihatinya ia sangat ingin berteman dengan Hikari. Karna sepertinya ia bisa membimbing Ayumi belajar islam.
Akhir cerita mereka hanya saling diam, tidak ada yang ingin memdekati lagi. Sehingga perkenalan pun terputus sampai disitu. Tidak jadi bersahabat..

Hikmah :
Seringkali yang menjadi hijab untuk sebuah ukhuwah yang dirindu itu adalah diri kita sendiri. Pikiran kita menutupi parasaan yang sebenarnya, hingga kita tidak dapat menyatakannya. Buanglah fikiran negatif!!!

Tidak ada komentar: