Mereka bilang aku mati
Aku terima apapun yang mereka katakan
Karna aku hanyalah kerikil kecil
Yang keberadaannya sering diabaikan
Mereka berjalan menginjak tubuhku
Tiada peduli meski aku kesakitan
Bahkan kadang aku disalahkan
Karna jemari mereka tersandung tubuh ringkihku
“inilah derita bagi yang kecil” lirihku
Namun, suatu saat mereka mulai merayuku
Katanya aku ”si Kecil” yang berharga
Jika dicampur dengan semen dan pasir
Dinding rumah mereka
akan kokoh
Apakah aku dipuji saat dibutuhkan saja??
Inilah nasibku
Dilempar kesana kemari
Diinjak setiap hari
Aku si kerikil kecil…..
04012014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar