Kamis, 30 Januari 2014

Kecoa 50 Ribu




Saya harus menuliskan kisah ini sebelum memorinya hilang. Ini cerita tentang Abah saya dan kecoa. Hari itu saat Abah bangaun tidur ada sesuatu yang berbeda. Seperti ada sesuatu yang masuk ketelinganya dan rasanya sakit dan geli. Setelah dilihat ternyata itu adalah sekor kecoa yang lumayan besar kira-kira sebesar ibu jari orang dewasa. Bisa dibayangkan binatang sebesar itu masuk ketelinga rasanya pasti sakit. Bahkan awalnya tuh kecoa masih hidup didalam telinga sehingga gerakan kakinya terasa menggelikan.  
Akhirnya kami berusaha mengeluarkan nya dengan berbagai cara. Namun tidak bisa juga dan abah semakin kesakitaan. Rasanya saya sangat sedih melihat abah akibat ulah si kecoa yang padahal juga melukai dirinya. Tampa dia (kecoa) sadari hidupnya akan berakhir didalan telinga. (tragiss).
Kemudian diputuskan untuk membawa abah ke dokter di puskesmas/rumah sakit ya? (Maaf lupa). Kata si dokter kecoa nya sudah mati dan karna ukurannya besar jadi sulit mengeluarkannya sendiri. Maka dipakailah alat kedokteran mungkin seperti pingset untuk mengambil kecoa tersebut. Dengan perjuangan dan do’a akhirnya ia bisa keluar dalam keadaan sudah mati. Hmm.. sungguh tragis kehidupan si kecoa. Saat itu abah membayar 50.000 rupiah hanya untuk mengelurkan kecoa.
Sedikit saja keseimbangan tubuh kita terganggu maka akibatnya sangat besar. Seperti kejadian ini. Makanya kita tidak boleh menyepelekan hal kecil. Seperti jarang makan pagi juga bisa merusak keseimbangan, kita bisa sakit maag. Juga bergadang dapat meyebabkan berbagai ganggun pada organ tubuh kita sepertu jantung, hati dll.

*Sampai saat ini saat melihat kecoa kami terkadang reflek menyebutnya dengan kecoa 50ribu. Hahaha.. kecoa…kecoa…

Tidak ada komentar: