Saya harus menuliskan kisah ini sebelum memorinya hilang.
Ini cerita tentang Abah saya dan kecoa. Hari itu saat Abah bangaun tidur ada
sesuatu yang berbeda. Seperti ada sesuatu yang masuk ketelinganya dan rasanya
sakit dan geli. Setelah dilihat ternyata itu adalah sekor kecoa yang lumayan
besar kira-kira sebesar ibu jari orang dewasa. Bisa dibayangkan binatang
sebesar itu masuk ketelinga rasanya pasti sakit. Bahkan awalnya tuh kecoa masih
hidup didalam telinga sehingga gerakan kakinya terasa menggelikan.
Akhirnya kami berusaha mengeluarkan nya dengan berbagai
cara. Namun tidak bisa juga dan abah semakin kesakitaan. Rasanya saya sangat
sedih melihat abah akibat ulah si kecoa yang padahal juga melukai dirinya. Tampa
dia (kecoa) sadari hidupnya akan berakhir didalan telinga. (tragiss).
Kemudian diputuskan untuk membawa abah ke dokter di puskesmas/rumah
sakit ya? (Maaf lupa). Kata si dokter kecoa nya sudah mati dan karna ukurannya
besar jadi sulit mengeluarkannya sendiri. Maka dipakailah alat kedokteran
mungkin seperti pingset untuk mengambil kecoa tersebut. Dengan perjuangan dan
do’a akhirnya ia bisa keluar dalam keadaan sudah mati. Hmm.. sungguh tragis kehidupan
si kecoa. Saat itu abah membayar 50.000 rupiah hanya untuk mengelurkan kecoa.
Sedikit saja keseimbangan tubuh kita terganggu maka
akibatnya sangat besar. Seperti kejadian ini. Makanya kita tidak boleh
menyepelekan hal kecil. Seperti jarang makan pagi juga bisa merusak
keseimbangan, kita bisa sakit maag. Juga bergadang dapat meyebabkan berbagai
ganggun pada organ tubuh kita sepertu jantung, hati dll.
*Sampai saat ini saat melihat kecoa kami terkadang reflek
menyebutnya dengan kecoa 50ribu. Hahaha.. kecoa…kecoa…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar