Liku – Liku Menjadi LO MTQ MN KE
XIII Tahun 2013
Di UNIVESITAS ANDALAS
Setahun yang lalu saya sudah
diberitahu oleh seorang teman bahwa MTQ MN KE 13 akan diadakan dikampus kami
yaitu UNIVERSITAS ANDALAS beserta kampus tetangga , Universitas Negri Padang.
Jadi tahun lalu kami dari Organisasi yang bergerak dalam bidang Al-qur’an yang
bernama UKM PIKA (Pengembangan Ilmu dan Kandungan Al-Qur’an) telah berupaya
membantu pihak universitas untuk mengadakan MTQ Mahasiswa Tingkat Unand sekaligus
sebagai wadah menyeleksi mahasiswa yang akan menjadi kafilah utusan Unand. Jadi
atas inisiatif Bg Al (Ketua UKM PIKA saat itu) maka, disusunlah kepanitiaan
dari orang2 yang ikut OR di UKM PIKA.
Awalnya hal ini terasa asing bagi
saya karna baru pertama kali menjadi panitia MTQ. Dan juga saya belum terlalu
memahami bidang-bidang yang ada di acara tersebut. Maka, saat itu saya memilih
masuk dikepanitiaan HUMAS DAN DOKUMENTASI. Alasnnya simple, karna saya suka
menfoto dan kurang suka tampil di depan umum.
Selanjutnya, dimulailah perjalanan
kisah saya bersama UKM PIKA ini sampai akhirnya di tahun 2013 ini terealisasi
MTQ MN KE XIII di kampus kami. Sebelum bercerita pengalaman saya menjadi LO ,
saya ingin berbagi sedikit mengenai kronologis kenapa saya bisa menjadi LO.
(Sungguh, ini kuasa Allah SWt yang telah mengatur semuanya).
Beberapa bulan yang lalu saya dapat
sms dari Bg Al bahwa dibuka pendaftaran menjadi panitia MTQ Nas khusus untuk 10
org anggota UKM Pika. Saat itu saya sangat antusias ingin ikut. Padahalah
dilain sisi saya sebetulnya berharap menjadi Kafilah UNAND. Tapi, karna saya
sudah mengukur kemampuan , maka keinginan itu saya tepis. Karna saya rasa ,
diri ini memang belum matang dalam persiapan dan melihat banyak teman2 yang
jauh lebih baik dan berbakat disbanding saya.
Kembali ke cerita, maka setelah
mendapat info begitu saya langsung balas sms bg Al bahwa saya ingin ikut jadi
panitia. Dan Alhamdulillah kuota 10 orang belum habis. Saya diterima….
Selanjutnya acara pun semakin dekat,
dan berbagai persiapan sudah mulai tampak dilakukan oleh pihak Universitas.
Tapi, kepanitiaan dari UKM PIKA yang berjumlah 10 orang tersebut masih belum
jelas statusnya. Karna saya lihat SK Panitia sering ditukar. (mungkin ada 3
kali penggantian).
Alhamdulillah……
Beberapa minggu sebelum acara SK
Panitia yang terakhir dan paling fix keluar. Maka kami diundang untuk ikut
rapat bersama para dosen (panitia). Tapi, saya menemukan ke ‘Gaje’ an lagi
didalam SK tersebut. Karna nama- nama kami tidak masuk kesana. Yang ada hanya
nama UKM PIKA saja. Tapi, saat itu saya pikir tidak apa ,toh itu juga sudah
mewakili.
Namun, saat rapat pleno terakhir
kami mendapat ke ‘Gaje’ an lagi, karna ternyata panitia yang diminta dari PIKA
hanya 6 orang. Padahal yang mendaftarkan diri ada 11 orang. Kami bingung , mau
dikemanakan teman kami yang 5 orang lagi?? Padahal dari awal kita telah
bersama-sama ingin ikut dan menyukseskan acara itu. Hmmm… akhirnya pasrah.
Hari H semakin dekat, namun ternyata
kami belum juga diajak rapat oleh panitia Musabaqah. Kami semakin ‘galau’ karna
tidak ada kejelasan mengenai status dan kerja kami nantinya. Dua minggu sebelum
acara, panitia diundang rapat sekaligus mengukur baju panitia. Tapi, karna
tidak ada nama kami disana , maka kami tidak bisa mengukur baju seperti yang
lain. (Galau lagi deeh… :)
Dan pada saat yang sama kami mendengar
bahwa LO (Laison Officer) yang terdiri dari mahasiswa utusan Fakultas juga
membuat baju. Sedangkan kami??? Gaje…
Tapi, masalah kami bukan tidak mendapat
baju, sebenarnya hanyalah kejelasan status dan kerja yang kami tuntut. Baju
hanyalah bonus. Sepakat??
Bersambung………
#tungguchapterselanjutnya J J
#tungguchapterselanjutnya J J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar